KELINCIMAS.COM

MEMBERIKAN BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA

Bandarq

Curhat di Medsos Soal Pasangan Agus-Sylvi, FB Wanita ini di Block

Curhat di Medsos Soal Pasangan Agus-Sylvi, FB Wanita ini di Block

Curhat di Medsos Soal Pasangan Agus-Sylvi, FB Wanita ini di Block – Seorang warga Kramatjati, Jakarta Timur bernama Tetty Pataresia protes karena rumahnya ditempeli sticker pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Tentty yang memposting curhatannya soal rumah kediamannya yang ditempelin sticker pasangan nomor 1 itu ramai dibicarakan di media sosial. Tetty mengaku didata sebagai pemilih salah satu pasangan calon, meski dia sebenarnya memilih calon lain.

Curhat di Medsos Soal Pasangan Agus-Sylvi, FB Wanita ini di Block

Tetty bercerita bahwa dia didatangi oleh perempuan yang mengaku petugas dari kelurahan untuk pendataan pemilih Pilgub DKI 2017. Padahal, Tetty dan sang ayah sudah didata oleh KPU sebulan lalu dan mendapat stiker sebagai bukti terdaftar sebagai pemilih resmi.

Perempuan tersebut mencatat nama Tetty dan sang ayah di balik stiker. Setelah bagian belakang stiker yang berisi data namanya dilepas, stiker itu ditempel di kaca jendela rumah Tetty.

“Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1,” tulis Tetty di akun Medsos Facebook. Bandarq

Tetty sempat mendebat perempuan tersebut karena dia tidak akan memilih pasangan calon nomor 1, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, di Pilgub DKI 2017 mendatang. Dia menilai hal itu merupakan pelanggaran yang bisa diusut Bawaslu.

Namun, perempuan itu mengaku hanya menjalankan tugas untuk mendata. Perempuan itu juga memberikan brosur dan kalender bergambar Agus-Sylvi.

“Dia masih 1 RT, dia suka ngebantu ibu RT, mau ngedata apa, gitu suka bantu bantu kegiatan kegiatan RT. Kalau ada pemeriksa jentik, dia suka ngebantu Ibu RT,” ucap Tetty yang merupakan ibu rumah tangga ini.

Tetty tinggal di kontrakan yang terdiri dari 11 rumah. Dia menyebut rumah lain juga ditempeli stiker yang sama. Dari peristiwa ini, Tetty khawatir pendataan ini nantinya disalahgunakan saat hari pemilihan.

“Saya khawatir. Ini saya didata, yang bukan pemilih orang sini juga didata. Paslon ini jadi punya data akurat pendukung dia, tapi nanti begitu di TPS, kalau pemilih enggak sama hasilnya, digugat sama timsesnya,” ungkapnya.

Juru bicara Timses Agus-Sylvi, Rico Rustombi yang dikonfirmasi soal cerita ini mengatakan bahwa timses selama ini hanya mencocokkan data pemilih yang dikeluarkan KPUD dengan kondisi lapangan. Soal penempelan stiker, dia belum bisa memastikan kebenarannya.

“Relawan kali ya, saya nggak tahu itu. Kalau dari tim nggak ada (nempel stiker). Kalau data TPS pasti (kita lakukan pengecekan). Kalau memang dari tim kita, kita tak punya program seperti itu,” kata Rico kepada wartawan di RT 11 RW 04 Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016). Agen Bandarq

Akun Sosmed Facebook Tetty kini diblokir

Setelah postingannya soal stiker Agus-Sylvi viral, Tetty menuturkan ada seseorang yang mengaku dari Bawaslu datang ke rumahnya di Kelurahan Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu (31/12/2016) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Tetty merasa tak mendapat pemberitahuan apapun dari Medsos milik Mark Zuckerberg itu. Dia mencoba menghubungi temannya, bertanya soal akun Facebooknya, terkonfirmasi bahwa akunnya tak bisa diakses lagi. Minggu (1/1), sekitar pukul 12.40 WIB.

Semalam tgl. 31 Januari 2016, sekitar jam 8an dan jam 9an saya didatangi oleh petugas yang mengaku dari bawaslu dan didampingi oleh pak RT.009 kelurahan Balekambang, kecamatan Kramatjati Jakarta Timur untuk memperingatkan bahwa untuk kedepannya jika ada kejadian yg sama dari pihak timses/relawan dari paslon manapun, kalau memang tidak sepakat dengan penawaran mereka lebih baik ditolak saja secara tegas. Tidak perlu dibikin ramai hingga jadi berita viral di medsos. Beberapa saat sebelum kedatangan petugas yang mengaku dari bawaslu itu untuk yang kedua kalinya, akun fesbuk saya sudah tidak bisa diakses lagi.

Tolong sebarluaskan postingan ini jika memang dirasa perlu. Jujur saya merasa diperlakukan dengan tidak adil. Bukan penyelesaian yang saya dapatkan, tapi malah cenderung saya yang didakwa oleh petugas yang mengaku dari bawaslu tadi.

Pihak Bawaslu belum berkomentar mengenai apa yang disampaikan Tetty ini. Adapun Timses Agus-Sylvi memastikan penempelan stiker ini bukan program dari timses. Domino 99 Terpercaya

Juru bicara Agus-Sylvi, Rico Rustombi mengatakan yang dilakukan tim Agus-Sylvi hanyalah mencocokkan data pemilih yang dikeluarkan KPUD dengan kondisi lapangan. Soal penempelan stiker, dia belum bisa memastikan kebenarannya.

banner-galeri-qq

“Yang kita lakukan hanya kroscek melalui korwil (koordinator wilayah) kita. Kabarnya di Gambir ada yang nempel stiker juga, saya bilang saya nggak tahu. Pokoknya kita menggunakan korwil dari data yang KPU keluarkan, korwil kroscek di lapangan,” ujar Rico kepada wartawan di RT 11 RW 04 Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016). Sumber detik.com

Pos-pos Terbaru

2 Comments

Add a Comment
  1. sudah ada UUD IT untuk di sosmed maka berhati hati lah

    1. Terima kasih atas masukannya mbak wenny 🙂
      Untuk berita diatas kita dapatkan dari sumber yang bisa kita percayai ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KELINCIMAS.COM | MEMBERIKAN BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA